Wednesday, February 19, 2014

Review Breast Pump MamaNyu

Sampai sekarang, MamaNyu sudah mencoba 4 merk BP alias pompa ASI. Barangkali ada Mama yang sedang bingung memilih BP, semoga review MamaNyu ini bisa memberi masukan, menambah review yang sudah ada di dunia maya ini.

1. Pumpee Exclusive Manual Breast Pump

Jujur, waktu beli ini MamaNyu belum browsing BP apa yang enak, sebaiknya tipe apa, dsb. Pertama kali datang ke toko perlengkapan bayi untuk belanja baju, popok, dan lain-lain, langsung memutuskan beli. Dari beberapa merek BP manual yang ada, dipilihlah Pumpee karena bahannya yang kuat, free BPA, dan desain yang cukup bagus. Harganya juga tidak terlalu mahal, waktu itu Rp 245.000,-. Setelah melahirkan, dicobalah BP itu. Tapi susah keluar, paling hanya mengotori BP saja. Ternyata sih karena belum pintar pumping menggunakan BP manual, serta belum tahu bahwa pada awal-awal pumping, ASI yang keluar memang sedikit. Sampai sekarang, BP ini hanya dipakai kurang dari 5 kali karena kemudian lebih sering memerah ASI pakai tangan.

2. Little Giant Mini Electrical Breast Pump

Karena sudah hampir masuk kerja dan stok ASI masih sangat sedikit, mulai tergoda untuk beli BP electric. Pilihan MamaNyu jatuh pada LG Mini Electrical BP. Selain harganya tidak terlalu mahal (Rp 305.000,-), BP ini semi-manual karena untuk release tekanan dilakukan dengan memencet tombol, tidak otomatis. Jadi kita bisa mengatur tekanan dan release-nya. Powernya bisa dari colokan listrik dan baterai AA. Selain itu, LG MinEl ini tidak berisik, aman deh untuk memompa di samping bayi yang tertidur. Tapi sayangnya, BP ini kurang cocok dengan bentuk dan ukuran PD MamaNyu, dan karena semi-manual, tangan tidak bisa bebas. BP ini akhirnya tidak banyak dipakai juga karena lebih sering pakai tangan dan kemudian sewa BP lain.

3. Medela Mini Electric
Meski sudah bisa memerah pakai tangan, terkadang MamaNyu merasa sungkan jika ijin memerah terlalu lama di kantor. Padahal memerah pakai tangan itu cukup memakan waktu. Sementara pakai LG MinEl tangan harus memegang BP untuk mengatur waktu release pump.
Jadi MamaNyu memutuskan untuk mencoba BP elektrik lain. Tapi daripada membeli tapi tidak cocok, maka MamaNyu menyewa di BayiAsi Jogja. AlhamduLillah, ada BP Medela Mini Electric yang bisa disewa.
Pertama nyoba langsung lancar dapat lumayan banyak (dibandingkan biasanya). Secara keseluruhan, Medela MinEl ini oke banget: desain kompak, mudah dibawa, bisa dioperasikan dengan colokan listrik maupun baterai AA (yes, bisa mompa di mobil), tidak sakit, kompatibel dengan botol slim-neck untuk menyimpan ASI, dan bisa memompa dengan cepat. Kelemahannya: berisik dan tidak ada fitur memancing LDR (let down reflexes).
MamaNyu biasa mengkombinasikan penggunaan Medela MinEl dengan perahan tangan. Jadi satu PD dipompa dengan BP, PD satunya diperah tangan. Setelah PD yang dipompa sudah tidak menetes ASInya, pompa dipasang di PD satunya, dan PD yang sebelumnya dipompa dikosongkan dengan cara diperah tangan. Cukup efektif dan hasilnya lumayan banyak.
Nah, karena jika sewa terus lumayan boros, MamaNyu mempertimbangkan untuk membeli baru. Harga Medela Mini Electric Rp 925.000,-. Sebelum memutuskan membeli BP elektrik lagi, MamaNyu baca-baca review dan ternyata malah goyah iman.. :p Akhirnya hati ini malah berlabuh pada BP yang ke-4 ini..

4. Spectra Cimilre M1
Yah, bisa dibilang semua yang MamaNyu cari dari sebuah BP ada di Spectra Cimilre M1 ini: portabel, power dari colokan dan bisa di-charge untuk pemakaian kurang lebih 3 jam (Yes, nggak perlu baterai AA!), ukuran kecil, tidak begitu berisik, ada fitur memancing LDR, dan bisa dimodifikasi untuk memompa 2 PD sekaligus (meski sekarang spareparts belum siap karena Spectra ini relatif baru di Indonesia). Sebenarnya kelebihan-kelebihan ini juga ada pada Medela Swing. Tapi setelah membandingkan harganya (Medela Swing Rp 1.900.000,-; Spectra Cimilre M1 Rp 1.500.000,-), no question lah ya kalau Spectra M1 jadi pemenangnya.. :D
Oiya, salah satu nilai plus yang bikin Spectra jadi pemenang juga karena di dalam paket disertakan kit konversi untuk BP manual. :D AlhamduLillah, so far so good! Sudah beberapa kali pakai BP ini bisa dapat hasil 2 kali lipat dibandingkan biasanya (tentu ada banyak faktor yang mempengaruhi).

Nah, demikian review BP MamaNyu. Semoga bermanfaat.

PS: MamaNyu berniat menjual Pumpee Exclusive Manual Breast Pump dan Little Giant Mini Electrical Breast Pump. Yang berminat silakan komen.. :D

Serba Serbi Breast Pump

Setiap Mama pasti ingin memberi yang terbaik untuk bayinya, salah satu perwujudannya adalah dengan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan penuh. Hanya ASI, tidak ada tambahan air putih, tajin, bubur bayi, dll. Just breastmilk!

Nah, untuk Mama yang bekerja di kantor, biasanya cuti hanya sampai baby berusia 2-3 bulan. Kalau jaman mama saya dulu, karena informasi belum banyak, maka solusinya ya sambung susu formula. Tapi sekarang kan teknologi informasi dan riset sudah maju. Seharusnya sudah pada tahu lah ya kalau the next best thing to direct breastfeeding is giving expressed breastmilk alias ASIP (ASI Perah).

Di pasaran banyak sekali pompa ASI yang ditawarkan. Berikut ini macam-macam pompa asi:

1. Tipe manual model terompet/ squeeze-bulb
   
Meski harganya sangat murah (di bawah Rp 100.000,-), tipe ini tidak disarankan karena bulb karet tidak bisa disterilkan dan akan meninggalkan bau karet pada ASI. Pompa ASI jenis ini biasa dipakai jika ASI yang diperah akan dibuang, tidak untuk diminumkan bayi (karena kondisi medis atau lainnya). Selain itu, pompa ASI jenis ini tidak disarankan karena dapat merusak jaringan payudara.

2. Tipe manual model piston
Pompa ASI manual model inilah yang biasa digunakan oleh banyak ibu. Harganya murah dan ringkas. Bagian-bagiannya bisa disterilkan sehingga hasil perahan aman diberikan untuk bayi. Ada banyak merek yang ada di Indonesia, misalnya: Pigeon, Chicco, Phillips Avent, Medela Harmony, Pumpee, Unimom, Spectra, dll. Kekurangan dari pompa ASI manual adalah penggunanya mudah capek karena tangan harus terus bekerja menggerakkan piston. Jika frekuensi memompa tidak terlalu sering (misalnya bayi hanya sesekali ditinggal), pompa ASI jenis ini cocok untuk anda. Harga bervariasi mulai dari sekitar Rp 200.000,- hingga Rp 1.000.000,-

3. Tipe elektrik 
Pompa ASI jenis ini ada yang tipe hospital-grade dan personal. Hospital-grade bisa digunakan oleh beberapa orang. Contoh jenis ini adalah Medela Lactina atau Spectra Cimilre S2. Biasanya ibu yang mengalami masalah menyusui ketika bayi baru lahir dipinjami alat ini, meski tak semua rumah sakit menyediakan.

Pompa ASI tipe personal untuk penggunaan sendiri. Pompa ASI jenis elektrik ini sangat membantu jika Mama memompa dalam frekuensi yang cukup sering supaya tidak terlalu capek. Ada banyak sekali macamnya, mulai yang portabel hingga yang ukuran besar, dengan tenaga listrik AC (colokan) maupun DC (baterai). Corongnya pun ada yang hanya satu dan ada yang dua sehingga bisa memompa dua payudara sekaligus. Pompa ASI 2 corong ini sangat cocok untuk Mama yang aktivitasnya padat karena menghemat waktu. Jika Mama menggunakan kendaraan roda 4 dan menempuh perjalanan panjang atau rawan macet, pompa ASI portabel yang bisa menggunakan baterai atau rechargeable merupakan investasi yang bermanfaat. Merek pun ada bermacam-macam sebagaimana pompa ASI manual, harganya mulai Rp 300.000,- hingga jutaan rupiah.

Menggunakan pompa ASI saja hanya bisa efektif mengosongkan kurang dari 50% persediaan ASI di payudara Mama. Oleh karena itu, perlu mengkombinasikan penggunaan pompa ASI dengan teknik memerah dengan tangan (hands on pumping technique). Teknik ini bisa meningkatkan hasil perahan hingga dua kali lipatnya. Mengenai Hands on Pumping bisa dilihat di sini. Intinya, memijat ketika menggunakan pompa hingga ASI tidak menetes lagi, kemudian lepas pompa dan selesaikan dengan memerah menggunakan tangan.

Tiap Mama punya kecocokan yang berbeda mengenai tipe dan merek pompa ASI. Mama A mungkin cocok menggunakan pompa X, yang belum tentu cocok untuk Mama B. Jika ada kendala membeli pompa ASI atau ternyata tidak cocok menggunakan pompa ASI (merasa sakit), masih ada cara lain untuk memerah ASI, yaitu dengan tangan. Tangan adalah alat paling baik, paling efektif untuk memerah ASI, dan gratis (hadiah dari Tuhan). Kelemahannya barangkali hanya ada satu: capek. Tapi alah bisa karena biasa. Banyak teman yang memilih memerah ASI menggunakan tangan, bukan karena tak bisa membeli pompa ASI, namun karena praktis (tidak repot mencuci dan mensterilkan pompa), dan hasil perahannya lebih banyak. Cara memerah ASI dengan tangan, salah satunya dengan teknik Marmet, bisa didownload di sini atau dilihat di sini.

Nah, dengan berbagai jenis pompa ASI dan teknik memerah, rasanya tak pantas kan alasan Mama bekerja digunakan untuk merampas hak bayi untuk mendapatkan ASI?

Salam ASI!

Tuesday, February 11, 2014

Four Months Ago..

Yes, postingan terakhir ternyata 2 Oktober 2013. Kemane aje, Mpok??

Alasan klise: gak sempat update! Padahal cuti 2 bulan lho.. tapi benar2 segala perhatian tercurah untuk si Bebibo Billy..

Billy lahir tanggal 11 Oktober, mundur 4 hari dari HPL #versi1. Pas HPLnya (tanggal 7), MamaNyu masih bisa nyetir sendiri dan berenang2. Hahaha.. Hari berikutnya periksa ke dr. Upik.
"Wah, ini sih belum apa-apa.. paling seminggu lagi.."
Maakk...

Pulang dari periksa itu langsung menerapkan berbagai cara untuk memicu kontraksi: makan nanas, jalan kaki sampai toko depan perumahan, jongkok2.. Hasilnya, Rabu sore udah mulai ngeflek. Kamis pagi ke klinik, dicek, ternyata bukaan zero alias belum apa2. Bu Bidan Ais bilang, "Kalau kontraksi sudah 7 menit sekali dan tiap kontraksi berdurasi 25 detik atau lebih, segera ke sini ya Bu."
Yah, pulang lagi deh..

Kamis malam ditinggal di Sidoarum karena suami perlu ambil kerjaan di rumah Bantul. Suami udah ragu2 sih, tapi MamaNyu pede, "Paling kalau nggak Jum'at sore ya masih hari Sabtu, Yah.. Santai aja.."

Jum'at pagi, ternyata mulai kontraksi.. Ceritanya udah download apps contraction timer di HP, jadi termonitor. Udah 7 menit sekali, tapi durasinya masih 10 detikan. Lagi2 SMS suami, "Langsung ke kantor aja, paling masih lama ini.."

Ternyata makin cepet dan makin sering. MamaNyu makin gak bisa senyum. Habis Jum'atan langsung minta tolong Papa nganter ke AMC & suami diminta langsung kesana, booking kamar dan siapin kursi roda di lobby.

Sampai AMC jam 14, udah bukaan 4! Jam 15 ketuban pecah dan dokternya masih entah dimana. Kata bidannya, "Ini keluarnya ya bisa 8 jam lagi.."
Aaaaakkk...!!!!

Oprah pernah bilang, katanya kalau melahirkan itu skala sakitnya 10, maka bikini waxing itu 8. Well, saya pernah bikini waxing, dan jika dibandingkan dengan melahirkan, bikini waxing itu cuma 3!! Mbak Oprah ngapusiiii!!!

Anyway, setelah bersakit-sakit dahulu (alhamduliLlah ga teriak2), minta obat bius (untungnya ga dikasih), dan mencakar-cakar sang suami (lupa belum potong kuku), akhirnya pada jam 17.30 paripurna sudah bukaannya.. pas dr. Upik datang. Push 2 kali, dan keluarlah anak paling ganteng sedunia versi Mama dan Ayahnya.. :3

Bebibo dibersihin bentar, lalu diletakkan di dada MamaNyu untuk Inisiasi Menyusui Dini..
SubhanaLlah... AlhamduliLlah... ALlahuakbar...
I am a mommy.. :')

Welcome to the world, Billy..