Si Bocah lagi seneng banget sama Tayo The Little Bus gara-gara nggak sengaja nemu di Disney Junior jam 5 pagi! Yah, pagi-pagi kok nonton TV ya? Tapi gimana lagi, at the most hectic time of the day, Tayo bisa bikin dia duduk jenak barang 15 menit.
MamaNyu pengen beliin mainan Tayo, tapi ternyata belum ada di toko-toko mainan Jogja. Sementara itu, di satu sudut rumah, terlihat kardus-kardus susu yang dibuang sayang.
So, MamaNyu did a little crafting.
Dan taraaaa....
Asyik deh mainan sama Tayo & Rogi! Ngeeeengg.. Ngeeeeenggg... Hati-hati ya! Jangan ngebut!
*Psst.. kolong sofa itu jadi garasinya.
Trus, aktivitas tambahannya tempel-tempel kertas. MamaNyu yang potong-potong kertas, MasBiel yang tempel-tempel. Setelah itu tinggal digambar muka dan rodanya. Wuiihh.. dia seneng banget lho! Ditunjuk-tunjukin ke semua orang.
Lihat, ada Rogi, Gani, dan Leni!
*Belum ada Tayo karena belum siap kertas biru.
Main seru nggak perlu pakai mainan mahal kan? ;)
Thursday, November 19, 2015
Saturday, November 14, 2015
Bukan Kereta Api
Di atas kereta kelinci, dalam perjalanan kembali ke sekolah.
N: "Mama, Nabiy mau naik keta api."
(Iya sih, Mamanya emang janjiin naik kereta api hari Sabtu ini. Tapi kan udah naik kereta kelinci..)
M: "Lho Mas, kita kan sedang naik kereta.."
N: "Ini bukan keta api, Mama.."
M: "Tapi ini kan kereta.."
N: "Bukan keta api! Nabiy mau naik keta api!"
#tegas #berintegritas
N: "Mama, Nabiy mau naik keta api."
(Iya sih, Mamanya emang janjiin naik kereta api hari Sabtu ini. Tapi kan udah naik kereta kelinci..)
M: "Lho Mas, kita kan sedang naik kereta.."
N: "Ini bukan keta api, Mama.."
M: "Tapi ini kan kereta.."
N: "Bukan keta api! Nabiy mau naik keta api!"
#tegas #berintegritas
Thursday, July 9, 2015
Libur Hemat Asoy Geboy
Biasanya nih kalau sudah sekian bulan dari liburan terakhir, MamaNyu & PapaBiel udah mulai gatel-gatel pengen liburan lagi. Biasanya andalan MamaNyu buat pesan hotel itu pakai booking.com, atau pakai KAHA. So far sih baik-baik saja..
Nah terus suatu hari yang indah.. ada teman FB MamaNyu yang cerita tentang liburannya yang super duper menyenangkan. Why? Karena hotelnya didiskon GEDE, bahkan diGRATISIN!!
Rak yo juos tenan to kuwi??
Langsung lah MamaNyu inbox dese, "HOW COME FROM WHERE, MBAAAAKK???" *Janglishnya keluar*
Ternyata si Mbak Cantik pakai HotelQuickly, last minute booking app (bisa didownload di App Store, PlayStore Android, dan BB). Jadi kalau aku install, trus masukin promo code, langsung bisa redeem 170.000 IDR. Kalau aku share di wall FB sendiri atau twitter, masing-masing dapet tambahan 10.000 IDR. Kalau share contacts dapet 60.000 IDR.
UWAAWW!! Mupeng dong MamaNyu.. Langsung download app HotelQuickly, trus masukin promo code.
Jebul hora ngapusi!! Hasilnya langsung terpampang nyata.. Jreng!! Jreng!!
Langsung kena diskon fantastis bo!! Coba aja bandingin sama rate di booking.com, traveloka, agoda, dsb. Padahal itu baru dapet 170.000 IDR hasil dari masukin promo code doang. Pantesan Mbak Cantik bisa liburan gak pulang-pulang..
Nah sekarang MamaNyu konsolidasi tanggal cuti dulu deh sama PapaBiel.. hihihihi..
Nenen with Manner
Nabiel (21m) kalau minta ganti nenen suka pakai nada perintah, "Satunya!!"
Tempo hari MamaNyu protes, "Eh Mas, kalau minta itu yang baik dong, jangan galak gitu.."
Alhasil sekarang kalau minta ganti nenen, Nabiel akan bilang, "Mama, tolong nenen satunya..."
Tempo hari MamaNyu protes, "Eh Mas, kalau minta itu yang baik dong, jangan galak gitu.."
Alhasil sekarang kalau minta ganti nenen, Nabiel akan bilang, "Mama, tolong nenen satunya..."
#gentleboy #nenenwithmanner
Thursday, June 25, 2015
Pumpkin Mac n Cheese
Rebus pasta dengan menambahkan sedikit garam hingga pasta lunak. Angkat dari api, tiriskan pasta.
Tumis bawang bombay dan bawang putih cincang hingga harum. Masukkan labu kuning dan bunga kol yang dicincang kasar, tunggu hingga lunak. Masukkan susu dan daun seledri.
Blender campuran labu+bunga kol+susu. Kembalikan ke panci dan panaskan. Tambahkan 1 lembar keju. Masukkan pasta. Aduk hingga keju meleleh rata.
Pasta siap disantap!
Thursday, June 18, 2015
Mendamba Daycare ala Jepang
Galau..
Hari gini kok masih galau? Lha iya, dapat surat pemberitahuan dari daycarenya Nabiel, bahwa selama bulan puasa ini, daycare hanya buka dari jam 7-12. Duh.. emangnya kantor Nyak Babe-nya ikut-ikutan masuk setengah hari kerja??
Dititipin eyangnya? Tiap hari? Emang eyangnya nggak ada kesibukan lain?
Pas galau-galau sedap begini, Mbakyu Puranti Wiji Rahayu ngirimin tulisan pengalamannya di Jepang, tentang hoikuen alias penitipan anak.
Alhasil sekarang MamaNyu nggak cuma galau, tapi juga mupeng!
***
Sedikit cerita ya soal penitipan anak di Jepun
Ada 3 jenis penitipan anak (hoikuen) utk anak usia pra-SD di Jepang;
1) hoikuen negri/pemerintah;
2) swasta dg subsidi pemerintah dan
3) swasta full
Hoikuen diperuntukkan utk anak2 yg kedua orangtuanya bekerja (sekolah jg boleh) terutama IBU.
Pada umumnya wanita Jepang tidak bekerja di luar rumah (eks. Kantoran) setelah menikah atau punya anak. Hal ini sesuai dg tradisi dan jg anjuran pemerintah Jepang agar ibu2 mengasuh anaknya sendiri. Tau gak, konsekuensi dr anjuran pemerintah ini, maka gaji pns jepun ditransfer langsung ke rekening istri masing2 :) :) :)
Mereka (ibu2) yg (terpaksa) bekerja mencari nafkah pada umumnya adalah yg dari kalangan menengah ke bawah shg gaji suami saja tidak cukup utk memenuhi kebutuhan se-hari2. Dengan asumsi inilah maka pemerintah Jepang mengutamakan ibu2 yg terpaksa bekerja ini dg menyediakan tempat pengasuhan yg layak bagi anak2 dr ibu pekerja. Filosofinya: anak2 yg diasuh dg baik (terawat) akan membuat orangtua-nya tenang dlm bekerja. Dan hasilnya tentu saja pekerja yg lebih produktif dan kinerjanya baik.
Untuk mendapatkan tempat pengasuhan anak di hoikuen tidak mudah, bagaimanapun anggaran pemerintah terbatas, terutama utk hoikuen no.1 dan 2.
Pertama orangtua harus mendaftar di city hall (biasanya satu semester sebelumnya) di web city hall diunggah informasi lengkap mengenai "kursi" hoikuen yg tersedia, misalnya Hoikuen A punya lowongan 5 "kursi" utk anak usia 4 tahun, Hoikuen B punya lowongan 3 "kursi" utk anak umur 2 tahun dst. Oya, masing2 hoikuen pada umumnya menyediakan kelas utk anak umur 0-5tahun. Semakin kecil kelas umur, semakin sedikit lowongannya. Asumsinya, 15 anak umur 5 tahun mungkin dpt diasuh 1 guru sendiri, tapi satu anak umur 2 bulan perlu ditangani 1 guru sendiri.
Saat mendaftar, orangtua perlu mengisi berkas2 yg banyaknya bisa setebal dokumen pengadaan disini. Contoh bbrp hal yg ditanyakan dlm berkas pendaftaran hoikuen, misalnya:
1) Apakah ayah dan ibu bekerja atau ayah saja atau ibu saja; (Ayah bekerja dianggap biasa/tidak diprioritaskan utk diterima, ibu bekerja, lanjuuut...)
2) Apakah ibu bekerja atau tinggal dirumah; jika bekerja maka harus melampirkan jadwal bekerja yg distempel kepala perusahaan. Aku waktu itu jg harus melampirkan jadwal yg distempel sensei yg intinya menunjukkan bahwa dg jadwalku itu tidak memungkinkan mengasuh anak sendiri, untungnya sekolah jg dihitung bekerja, hehe...
3) Jika ibu tinggal di rumah, apakah sehat/mampu mengasuh anak atau tidak; ibu yg sakit berat (misal stroke) yg tidak mampu mengasuh anak mendapat prioritas;
4) Bagi ibu yg tinggal dirumah dan sehat, apakah punya lebih dr satu balita yg harus diasuh bersamaan atau tidak, jika iya boleh mendaftar, jika tidak maka tidak boleh;
Ibu yg tinggal di rumah dan sehat dan tidak punya 2 atau lebih balita yg harus diasuh bersamaan, tidak boleh mendaftarkan anaknya ke hoikuen, tapi harus ke youchien (TK biasa, pulang jam 12 atau jam 1 siang 😀)
5) Apakah masih ada kakek atau nenek di dekat rumah yg bisa membantu mengasuh anak; jika ada maka prioritas berkurang; jika tidak ada maka lanjuuut...
Seingatku bbrp pertanyaan jg menyangkut perkembangan anak dr lahir; perkembangan ukuran tubuh, perkembangan lain2...
Dst....
Orangtua biasanya diijinkan memilih 3 hoikuen pilihannya, bisa berdasarkan jarak dr rumah atau peluang diterima. Prioritas untuk diterima dibuat berdasarkan jawaban dr daftar pertanyaan2 dlm berkas yg diisi. Jika sudah diterima biasanya anak mesti menjalani tes kesehatan, bukan berarti yg tidak sehat tidak diterima, tapi justru mau diberi fasilitas khusus yg diperlukan sesuai kondisi kesehatannya/kebutuhan khususnya. Oya, imunisasi jg kudu komplet! Jd buat teman2 yg berencana sekolah ke Jepang bawa anak, KMS-nya jangan sampe ilang yaa karena diperlukan jg buat syarat pendaftaran. Belum lagi nanti ditambah imunisasi khusus yg hrs dilakoni utk bbrp penyakit endemik Jepang, misalnya imunisasi utk radang otak Jepang.
Buat anti vaksin, hmmm...
Jika masuk hoikuen pemerintah biayanya gratis, full. Utk hoikuen yg disubsidi pemerintah tergantung penghasilan orangtua. Anakku yg sulung masuk hoikuen swasta yg disubsidi pemerintah, karena beasiswa tdk dihitung sbg penghasilan (yg layak :p), maka hoikuen nya gratis tisss...hehehe...
Jam pengasuhan rata2 mulai jam 8 pagi (bisa datang sblm jam 8) sampai jam 6 sore (anak boleh dijemput sebelum jam 6 sore). Setelah jam 6 sore masih bisa menitipkan anak tapi kena charge. Ini sih pas banget, aku biasanya jemput anak jam setengah 5 sore, pas kerjaan dilab selesai. Baru nitip sampe kena charge kalo ada keperluan mendesak saja.
Jika orangtua/ibu bekerja pd hari sabtu, maka anak juga bisa dititipkan di hoikuen pd hari sabtu (minggu tetep libur). Hoikuen tetap buka pd musim liburan seperti liburan musim panas, meski sekolah2 biasa libur. Pokoknya hoikuen baru libur saat rata2 orangtua jg libur, misalnya pas golden week atau liburan akhir tahun.
Di hoikuen makan dan snack, termasuk susu gratis. Anak2 dg alergi makanan tertentu diperhatikan (catatannya harus lengkap), termasuk jika hanya mau makan makanan halal diperbolehkan/tidak akan diberi makanan yg tidak halal.
Pengasuh2 di hoikuen baik-baiiiiikkk banget. Aku suka malu sendiri kalau pas njemput sore hari liat para sensei ikut lari2 main petak umpet sama anak2. Padahal kalau disini, kalau anak2 main sama anak tetangga, ibunya ya duduk2 ngrumpi sama ibu2 yg lain.
Eh, ini baru cerita untuk penitipan anak usia pra-SD ya. Untuk yg anak SD ada lagi ntar ceritanya..., sekedar berbagi pengalaman aja...
Semoga bermanfaat :D :D :D
Hari gini kok masih galau? Lha iya, dapat surat pemberitahuan dari daycarenya Nabiel, bahwa selama bulan puasa ini, daycare hanya buka dari jam 7-12. Duh.. emangnya kantor Nyak Babe-nya ikut-ikutan masuk setengah hari kerja??
Dititipin eyangnya? Tiap hari? Emang eyangnya nggak ada kesibukan lain?
Pas galau-galau sedap begini, Mbakyu Puranti Wiji Rahayu ngirimin tulisan pengalamannya di Jepang, tentang hoikuen alias penitipan anak.
Alhasil sekarang MamaNyu nggak cuma galau, tapi juga mupeng!
***
![]() |
| Anak senang, Mama tenang |
Ada 3 jenis penitipan anak (hoikuen) utk anak usia pra-SD di Jepang;
1) hoikuen negri/pemerintah;
2) swasta dg subsidi pemerintah dan
3) swasta full
Hoikuen diperuntukkan utk anak2 yg kedua orangtuanya bekerja (sekolah jg boleh) terutama IBU.
Pada umumnya wanita Jepang tidak bekerja di luar rumah (eks. Kantoran) setelah menikah atau punya anak. Hal ini sesuai dg tradisi dan jg anjuran pemerintah Jepang agar ibu2 mengasuh anaknya sendiri. Tau gak, konsekuensi dr anjuran pemerintah ini, maka gaji pns jepun ditransfer langsung ke rekening istri masing2 :) :) :)
Mereka (ibu2) yg (terpaksa) bekerja mencari nafkah pada umumnya adalah yg dari kalangan menengah ke bawah shg gaji suami saja tidak cukup utk memenuhi kebutuhan se-hari2. Dengan asumsi inilah maka pemerintah Jepang mengutamakan ibu2 yg terpaksa bekerja ini dg menyediakan tempat pengasuhan yg layak bagi anak2 dr ibu pekerja. Filosofinya: anak2 yg diasuh dg baik (terawat) akan membuat orangtua-nya tenang dlm bekerja. Dan hasilnya tentu saja pekerja yg lebih produktif dan kinerjanya baik.
Untuk mendapatkan tempat pengasuhan anak di hoikuen tidak mudah, bagaimanapun anggaran pemerintah terbatas, terutama utk hoikuen no.1 dan 2.
Pertama orangtua harus mendaftar di city hall (biasanya satu semester sebelumnya) di web city hall diunggah informasi lengkap mengenai "kursi" hoikuen yg tersedia, misalnya Hoikuen A punya lowongan 5 "kursi" utk anak usia 4 tahun, Hoikuen B punya lowongan 3 "kursi" utk anak umur 2 tahun dst. Oya, masing2 hoikuen pada umumnya menyediakan kelas utk anak umur 0-5tahun. Semakin kecil kelas umur, semakin sedikit lowongannya. Asumsinya, 15 anak umur 5 tahun mungkin dpt diasuh 1 guru sendiri, tapi satu anak umur 2 bulan perlu ditangani 1 guru sendiri.
Saat mendaftar, orangtua perlu mengisi berkas2 yg banyaknya bisa setebal dokumen pengadaan disini. Contoh bbrp hal yg ditanyakan dlm berkas pendaftaran hoikuen, misalnya:
1) Apakah ayah dan ibu bekerja atau ayah saja atau ibu saja; (Ayah bekerja dianggap biasa/tidak diprioritaskan utk diterima, ibu bekerja, lanjuuut...)
2) Apakah ibu bekerja atau tinggal dirumah; jika bekerja maka harus melampirkan jadwal bekerja yg distempel kepala perusahaan. Aku waktu itu jg harus melampirkan jadwal yg distempel sensei yg intinya menunjukkan bahwa dg jadwalku itu tidak memungkinkan mengasuh anak sendiri, untungnya sekolah jg dihitung bekerja, hehe...
3) Jika ibu tinggal di rumah, apakah sehat/mampu mengasuh anak atau tidak; ibu yg sakit berat (misal stroke) yg tidak mampu mengasuh anak mendapat prioritas;
4) Bagi ibu yg tinggal dirumah dan sehat, apakah punya lebih dr satu balita yg harus diasuh bersamaan atau tidak, jika iya boleh mendaftar, jika tidak maka tidak boleh;
Ibu yg tinggal di rumah dan sehat dan tidak punya 2 atau lebih balita yg harus diasuh bersamaan, tidak boleh mendaftarkan anaknya ke hoikuen, tapi harus ke youchien (TK biasa, pulang jam 12 atau jam 1 siang 😀)
5) Apakah masih ada kakek atau nenek di dekat rumah yg bisa membantu mengasuh anak; jika ada maka prioritas berkurang; jika tidak ada maka lanjuuut...
Seingatku bbrp pertanyaan jg menyangkut perkembangan anak dr lahir; perkembangan ukuran tubuh, perkembangan lain2...
Dst....
Orangtua biasanya diijinkan memilih 3 hoikuen pilihannya, bisa berdasarkan jarak dr rumah atau peluang diterima. Prioritas untuk diterima dibuat berdasarkan jawaban dr daftar pertanyaan2 dlm berkas yg diisi. Jika sudah diterima biasanya anak mesti menjalani tes kesehatan, bukan berarti yg tidak sehat tidak diterima, tapi justru mau diberi fasilitas khusus yg diperlukan sesuai kondisi kesehatannya/kebutuhan khususnya. Oya, imunisasi jg kudu komplet! Jd buat teman2 yg berencana sekolah ke Jepang bawa anak, KMS-nya jangan sampe ilang yaa karena diperlukan jg buat syarat pendaftaran. Belum lagi nanti ditambah imunisasi khusus yg hrs dilakoni utk bbrp penyakit endemik Jepang, misalnya imunisasi utk radang otak Jepang.
Buat anti vaksin, hmmm...
Jika masuk hoikuen pemerintah biayanya gratis, full. Utk hoikuen yg disubsidi pemerintah tergantung penghasilan orangtua. Anakku yg sulung masuk hoikuen swasta yg disubsidi pemerintah, karena beasiswa tdk dihitung sbg penghasilan (yg layak :p), maka hoikuen nya gratis tisss...hehehe...
Jam pengasuhan rata2 mulai jam 8 pagi (bisa datang sblm jam 8) sampai jam 6 sore (anak boleh dijemput sebelum jam 6 sore). Setelah jam 6 sore masih bisa menitipkan anak tapi kena charge. Ini sih pas banget, aku biasanya jemput anak jam setengah 5 sore, pas kerjaan dilab selesai. Baru nitip sampe kena charge kalo ada keperluan mendesak saja.
Jika orangtua/ibu bekerja pd hari sabtu, maka anak juga bisa dititipkan di hoikuen pd hari sabtu (minggu tetep libur). Hoikuen tetap buka pd musim liburan seperti liburan musim panas, meski sekolah2 biasa libur. Pokoknya hoikuen baru libur saat rata2 orangtua jg libur, misalnya pas golden week atau liburan akhir tahun.
Di hoikuen makan dan snack, termasuk susu gratis. Anak2 dg alergi makanan tertentu diperhatikan (catatannya harus lengkap), termasuk jika hanya mau makan makanan halal diperbolehkan/tidak akan diberi makanan yg tidak halal.
Pengasuh2 di hoikuen baik-baiiiiikkk banget. Aku suka malu sendiri kalau pas njemput sore hari liat para sensei ikut lari2 main petak umpet sama anak2. Padahal kalau disini, kalau anak2 main sama anak tetangga, ibunya ya duduk2 ngrumpi sama ibu2 yg lain.
Eh, ini baru cerita untuk penitipan anak usia pra-SD ya. Untuk yg anak SD ada lagi ntar ceritanya..., sekedar berbagi pengalaman aja...
Semoga bermanfaat :D :D :D
Monday, June 15, 2015
BabyBiel's Lullaby
Try to sleep now, close your eyes
Try to think of tomorrow
All of us wish you good night
So I’m switching off the lights
One more hug, one more smile
Kiss you once, kiss you twice
I’ll be here for a while
Try to sleep now and close your eyes
*****
Waktunya tidur, sayangku
Pejamkanlah matamu
Sudah malam, ayo tidur
Papa matikan lampu
Peluk lagi, cium lagi
Pipi kanan, pipi kiri
Mama 'kan menemani
Besok kita main lagi
*****
MamaNyu sering menyanyikan lullaby ini ketika menidurkan Nabiel (versi Bahasa Indonesia itu MamaNyu menerjemahkan bebas). Asalnya dari Brahms Lullaby, kalau di Youtube ada yang dikasih judul Goodnight Song atau Smurfs Lullaby.
Biasanya setelah berdo'a (do'a rutinnya ada tiga: do'a sebelum tidur, do'a untuk orangtua, dan do'a mohon keselamata dunia-akhirat, kadang ditambahin Al Fatihah, An Nas, Al Falaq, Al Ikhlas), MamaNyu menyanyi atau mendongeng. Kemarin malam, setelah selesai berdo'a, tak disangka Nabiel nyanyi duluan!
"Peyuk agii.. iyum agii.. pipi anan.. pipi iyii.."
Waaah! Nabiel sudah hafal ternyata! :D
Try to think of tomorrow
All of us wish you good night
So I’m switching off the lights
One more hug, one more smile
Kiss you once, kiss you twice
I’ll be here for a while
Try to sleep now and close your eyes
*****
Waktunya tidur, sayangku
Pejamkanlah matamu
Sudah malam, ayo tidur
Papa matikan lampu
Peluk lagi, cium lagi
Pipi kanan, pipi kiri
Mama 'kan menemani
Besok kita main lagi
*****
MamaNyu sering menyanyikan lullaby ini ketika menidurkan Nabiel (versi Bahasa Indonesia itu MamaNyu menerjemahkan bebas). Asalnya dari Brahms Lullaby, kalau di Youtube ada yang dikasih judul Goodnight Song atau Smurfs Lullaby.
Biasanya setelah berdo'a (do'a rutinnya ada tiga: do'a sebelum tidur, do'a untuk orangtua, dan do'a mohon keselamata dunia-akhirat, kadang ditambahin Al Fatihah, An Nas, Al Falaq, Al Ikhlas), MamaNyu menyanyi atau mendongeng. Kemarin malam, setelah selesai berdo'a, tak disangka Nabiel nyanyi duluan!
"Peyuk agii.. iyum agii.. pipi anan.. pipi iyii.."
Waaah! Nabiel sudah hafal ternyata! :D
Subscribe to:
Posts (Atom)









